Mom/Dad pasti ingin memaksimalkan pertumbuhan fisik anak, terutama ketika ia masih dalam periode emas pertumbuhan atau golden age. Melakukan latihan fisik seperti berenang bisa membantu melatih berbagai kelompok otot dan membuat tubuh aktif bergerak, sehingga bisa meningkatkan kebugaran tubuh secara keseluruhan.
Namun, apakah benar renang bisa membantu meninggikan tubuh anak? Jika bisa, renang berapa kali seminggu untuk meninggikan badan?
Secara umum, renang bisa menjadi salah satu olahraga yang bisa Mom/Dad pilih untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan si kecil. Namun, tidak ada frekuensi renang tertentu yang terbukti secara langsung dapat menambah tinggi badan.
Renang Berapa Kali Seminggu untuk Membantu Pertumbuhan Tinggi Badan?
Tidak ada jumlah atau frekuensi renang tertentu yang terbukti dapat meninggikan badan. Bagi anak dan remaja usia 5–17 tahun, WHO merekomendasikan rata-rata setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari.
Renang dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik tersebut, sementara aktivitas yang memperkuat otot dan tulang dianjurkan setidaknya 3 hari dalam seminggu.
CDC memberikan rekomendasi serupa untuk anak dan remaja usia 6–17 tahun, yaitu setidaknya 60 menit aktivitas fisik setiap hari. Aktivitas tersebut dapat terdiri dari aktivitas aerobik, penguatan otot, dan penguatan tulang.
Artinya, Mom/Dad bisa memasukkan kegiatan renang dalam rutinitas aktivitas fisik anak. Selain renang, aktivitas seperti berjalan, berlari, bersepeda, bermain aktif, atau olahraga lainnya juga dapat menjadi variasi dari aktivitas fisik yang direkomendasikan untuk anak.
Jadi, apakah boleh anak berenang 2–3 kali seminggu?
Tentu saja boleh, selama frekuensi dan intensitasnya sesuai dengan usia serta kemampuan tubuh anak. Akan tetapi, Mom/Dad perlu mengingat bahwa frekuensi renang 2–3 kali seminggu bukan angka yang terbukti secara khusus dapat membuat tubuh anak menjadi lebih tinggi.
Jika anak atau remaja berenang beberapa kali seminggu, aktivitas tersebut sebaiknya tetap dilengkapi dengan berbagai bentuk gerak lainnya, sehingga kebutuhan aktivitas fisik mingguannya terpenuhi.
Apakah Renang Bisa Membuat Badan Lebih Tinggi?
Renang dapat membantu menjaga kebugaran tubuh. Ini merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang dapat dilakukan anak maupun remaja. CDC secara khusus memasukkan berenang sebagai salah satu contoh aktivitas yang dapat membantu anak dan remaja tetap aktif.
Namun, renang tidak terbukti dapat secara langsung membuat tulang menjadi lebih panjang.
Pertambahan tinggi badan terjadi karena tulang panjang masih mengalami pertumbuhan. Menurut National Institute of Arthritis and Musculoskeletal and Skin Diseases (NIAMS), growth plate atau lempeng pertumbuhan merupakan area jaringan di dekat ujung tulang panjang pada anak dan remaja yang menentukan panjang dan bentuk tulang ketika dewasa. Setelah pertumbuhan selesai, lempeng tersebut menutup dan digantikan oleh tulang padat.
Karena itu, manfaat renang sebaiknya dipahami sebagai bagian dari aktivitas fisik dan gaya hidup sehat, bukan sebagai metode khusus untuk memanjangkan tulang.
Baca juga: 15 Manfaat Renang bagi Tubuh dan Kesehatan Mental Anak
Apakah Renang Bisa Menambah Tinggi Badan Setelah Dewasa?
Setelah pertumbuhan selesai dan lempeng pertumbuhan menutup, tulang panjang tidak lagi mengalami pertumbuhan seperti pada masa kanak-kanak dan remaja. NIAMS menjelaskan bahwa lempeng pertumbuhan menutup setelah pertumbuhan selesai, yang umumnya terjadi selama masa remaja.
American Academy of Pediatrics juga menjelaskan bahwa setelah anak menyelesaikan pubertas dan lempeng pertumbuhan menutup, mereka tidak lagi dapat bertambah tinggi.
Jadi, bagi orang dewasa, berenang tetap memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, akan tetapi tidak dapat digunakan sebagai cara khusus untuk menambah tinggi badan secara permanen.
Usia Berapa Renang Bisa Membantu Pertumbuhan Tinggi Badan?
Secara umum, renang dapat dilakukan pada berbagai kelompok usia. Namun, jika Mom/Dad secara spesifik bertanya-tanya mengenai pada usia berapa kira-kira renang bisa membantu pertumbuhan tinggi anak, maka Mom/Dad perlu memerhatikan, apakah anak masih berada dalam masa pertumbuhan?
Anak dan remaja mengalami pertumbuhan tulang yang berbeda-beda waktunya. Menurut American Academy of Pediatrics, waktu dan kecepatan pertumbuhan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk faktor keturunan dan waktu dimulainya pubertas. Anak yang mengalami pubertas lebih awal dapat mengalami pertumbuhan lebih cepat, tetapi juga dapat berhenti tumbuh lebih awal.
Karena itu, tidak tepat rasanya jika menentukan potensi tinggi badan hanya berdasarkan usia. Pola pertumbuhan dari waktu ke waktu juga penting untuk diperhatikan.
Berapa Lama Sebaiknya Berenang dalam Sekali Latihan?
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, tidak ada durasi renang tertentu yang terbukti dapat membuat seseorang menjadi lebih tinggi.
Akan tetapi, WHO merekomendasikan setidaknya 60 menit aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat setiap hari pada usia anak dan remaja. Patut dicatat bahwa duarsi 60 menit tersebut merupakan total aktivitas fisik harian, yang artinya Mom/Dad tidak perlu memaksakan si kecil untuk berenang selama 60 menit setiap hari.
Kembali lagi, sesuaikan durasi berenang anak dengan usia, kemampuan berenang, kondisi fisik, dan aktivitas lainnya pada hari tersebut.
Faktor yang Lebih Penting untuk Mendukung Pertumbuhan Tinggi Badan
Jika Mom/Dad memang ingin fokus menambah tinggi anak, maka selain olahraga ada beberapa hal lain yang juga perlu menjadi perhatian Mom/Dad. Beberapa faktor yang memengaruhi pertumbuhan tinggi badan anak antara lain:
1. Genetik
Faktor genetik memiliki pengaruh besar terhadap tinggi badan. American Academy of Pediatrics menjelaskan bahwa tinggi badan dan pola pertumbuhan anak cenderung diturunkan dalam keluarga. Bahkan, penelitian yang dikutip oleh AAP memperkirakan sekitar 60–70% variasi tinggi badan dipengaruhi oleh tinggi badan orang tua.
2. Asupan Nutrisi
Nutrisi yang baik penting untuk mendukung pertumbuhan. Kekurangan kalori, protein, vitamin, atau mineral tertentu dapat memperlambat pertumbuhan dan memengaruhi tinggi badan anak.
Karena itu, Mom/Dad perlu memastikan pola makan yang beragam dan seimbang untuk anak. Baru setelahnya perhatikan dan atur jadwal olahraga untuk mendukung pertumbuhan tinggi badan anak secara optimal.
3. Tidur yang Cukup
Tidur juga merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak dan remaja. Selama tidur, tubuh juga menjalankan berbagai proses pemulihan dan produksi hormon.
Untuk itu, sangat penting bagi Mom/Dad memastikan kebutuhan tidur anak tercukupi setiap harinya. Si kecil wajib mendapatkan waktu tidur yang sesuai dengan rekomendasi kelompok usianya.
4. Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat anak dan remaja. WHO merekomendasikan setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari untuk usia 5–17 tahun. Aktivitas penguatan otot dan tulang juga dianjurkan setidaknya 3 hari per minggu.
Renang dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas untuk anak. Variasikan aktivitas fisik si kecil agar ia mendapatkan manfaat kesehatan yang lebih maksimal.
5. Hormon dan Kondisi Kesehatan
Hormon dan kondisi kesehatan tertentu juga dapat memengaruhi pertumbuhan. Gangguan hormon, seperti kadar hormon pertumbuhan atau hormon tiroid yang rendah, dapat menyebabkan pertumbuhan lebih lambat dari yang diharapkan. Beberapa kondisi kesehatan kronis dan faktor genetik juga dapat memengaruhi tinggi badan.
Jika pertumbuhan anak tampak jauh lebih lambat atau berbeda dari pola pertumbuhan sebelumnya, Mom/Dad sebaiknya langsung mengonsultasikan masalah ini dengan dokter anak. Dokter dapat menilai pola pertumbuhan dan, bila diperlukan, melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Baca lagi: Pemanasan Sebelum Renang: Manfaat, Contoh Gerakan, dan Tips Melakukannya
Tips Renang untuk Anak agar Tetap Aman dan Mendukung Kebugaran
Meski tidak secara spesifik dapat menambah tinggi badan anak secara langsung, renang dapat menjadi salah satu pilihan olahraga yang menyenangkan dan menyehatkan untuk anak. Untuk mendapat manfaat renang pada anak yang optimal, Mom/Dad bisa memerhatikan beberapa hal, seperti:
- Sesuaikan intensitas dengan kemampuan renang si kecil.
- Pastikan anak melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan setelah berenang.
- Pastikan anak mempelajari teknik berenang yang benar agar gerakannya lebih efisien dan terhindar dari risiko cedera.
- Istirahat yang cukup di sela-sela kegiatan berenang juga harus dilakukan, jangan sampai anak memaksakan diri ketika tubuhnya sudah terlalu lelah.
- Pastikan anak berada dalam lingkungan kolam yang aman dan mendapatkan pengawasan yang sesuai.
- Variasikan aktivitas fisik. Renang dapat dikombinasikan dengan aktivitas lain yang sesuai usia.
Untuk anak dan remaja, CDC menekankan bahwa aktivitas fisik sebaiknya sesuai usia, menyenangkan, dan bervariasi.
Jadi, renang berapa kali seminggu untuk meninggikan badan?
Tidak ada jumlah renang tertentu yang terbukti secara langsung dapat membuat badan menjadi lebih tinggi. Akan tetapi, renang tetap merupakan pilihan olahraga yang baik untuk menjaga kebugaran dan dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik rutin, terutama bagi anak dan remaja.
Untuk usia 5–17 tahun, WHO merekomendasikan rata-rata setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari, serta aktivitas yang memperkuat otot dan tulang setidaknya 3 hari dalam seminggu. Renang dapat menjadi salah satu bentuk aktivitas tersebut.
Pertumbuhan tinggi badan sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk genetik, nutrisi, hormon, kondisi kesehatan, tidur, dan tahap perkembangan.
Jika Mom/Dad merasa renang merupakan olahraga yang cocok untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan si kecil, maka les renang anak di Sparks Swim bisa menjadi jawaban untuk meningkatkan kemampuan renangnya. Dengan mempelajari teknik renang yang baik dan benar, anak tak hanya mendapat kesenangan tapi lebih banyak manfaat dari aktivitas renang yang dilakukan.
Yuk, dukung si kecil beraktivitas lebih nyaman dan menyenangkan di dalam air bersama Sparks Swim!
Apakah berenang setiap hari bisa membuat badan anak cepat tinggi?
Berenang setiap hari tidak menjamin anak bisa jadi lebih tinggi. Renang dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik yang sehat, tetapi tinggi badan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti genetik, nutrisi, hormon, kondisi kesehatan, tidur, dan pola pertumbuhan.
Renang 3 kali seminggu apakah bisa meninggikan badan?
Renang tiga kali seminggu dapat menjadi bagian dari rutinitas aktivitas fisik, tetapi tidak ada bukti bahwa frekuensi tersebut secara khusus dapat meningkatkan tinggi badan anak.
Untuk anak dan remaja, WHO merekomendasikan rata-rata setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari, dengan aktivitas penguatan otot dan tulang setidaknya 3 hari per minggu.
Berapa menit berenang untuk meninggikan badan?
Tidak ada durasi renang tertentu yang terbukti dapat secara langsung menambah tinggi badan. Untuk anak dan remaja, yang menjadi rekomendasi adalah total aktivitas fisik setidaknya 60 menit per hari, bukan berenang selama 60 menit setiap hari.
Apakah renang bisa meninggikan badan usia 20 tahun?
Renang tidak dapat memperpanjang tulang setelah lempeng pertumbuhan menutup. Waktu penutupan lempeng pertumbuhan berbeda pada setiap orang, tetapi pertumbuhan tulang panjang umumnya selesai setelah masa pertumbuhan dan pubertas.
Apakah tinggi badan masih bisa bertambah setelah pubertas?
Pertambahan tinggi badan bergantung pada apakah lempeng pertumbuhan masih terbuka. Setelah pertumbuhan selesai dan lempeng pertumbuhan menutup, tulang panjang tidak lagi bertambah panjang.
Jika terdapat kekhawatiran mengenai pertumbuhan atau tinggi badan anak, American Academy of Pediatrics menyarankan orang tua berkonsultasi dengan dokter anak. Evaluasi dapat dilakukan berdasarkan pola pertumbuhan dan, bila diperlukan, pemeriksaan tambahan.








