Renang untuk Skoliosis: Bolehkah dan Apa Manfaatnya untuk Anak?

Renang untuk Skoliosis, Bolehkah dan Apa Manfaatnya untuk Anak?
Table of Contents

Mom/Dad mungkin pernah mendengar bahwa anak dengan skoliosis sebaiknya menghindari olahraga tertentu. Karena itu, ketika si kecil memiliki skoliosis, wajar jika Mom/Dad bertanya-tanya, apakah renang untuk skoliosis aman dilakukan?

Kabar baiknya, memiliki skoliosis bukan berarti anak tidak boleh melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga. Justru, aktivitas fisik tetap penting untuk membantu menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh si kecil secara keseluruhan.

Renang bisa menjadi salah satu pilihan aktivitas yang menyenangkan untuk anak. Namun Mom/Dad perlu ingat, bahwa renang bukanlah terapi khusus untuk menyembuhkan atau meluruskan skoliosis.

Lalu, apa saja manfaat renang untuk anak dengan skoliosis? Apakah ada gaya renang tertentu yang lebih baik? Yuk, kita bahas lebih lanjut untuk masalah ini!

Apa Itu Skoliosis?

Sebelum membahas renang untuk skoliosis, Mom/Dad perlu memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan skoliosis.

Skoliosis merupakan kondisi ketika tulang belakang mengalami kelengkungan ke samping. Kondisi ini dapat memiliki tingkat keparahan dan pola kelengkungan yang berbeda pada setiap orang.

Pada anak dan remaja, skoliosis juga perlu diperhatikan selama masa pertumbuhan karena kelengkungan tulang belakang dapat mengalami perubahan seiring pertumbuhan.

Karena kondisi setiap anak berbeda, maka jenis aktivitas fisik yang dilakukan juga bisa berbeda. Oleh karena itu, jika si kecil sudah mendapatkan diagnosis skoliosis, terutama jika ia memiliki keluhan tertentu, sebaiknya Mom/Dad berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis.

Apakah Anak dengan Skoliosis Boleh Berenang?

Pada banyak kasus, anak dengan skoliosis tetap boleh berenang. Pedoman SOSORT menyebutkan bahwa aktivitas olahraga secara umum tetap dianjurkan bagi penderita skoliosis karena dapat memberikan manfaat terhadap kebugaran, fungsi neuromotor, serta kesehatan fisik dan psikologis. Aktivitas olahraga juga tidak terbukti menyebabkan munculnya atau memperburuk derajat skoliosis secara umum.

Namun, ada hal penting yang perlu Mom/Dad ingat. Renang bukanlah “pengobatan” yang dapat menjadi pengganti dari terapi skoliosis.

SOSORT membedakan olahraga umum dengan physiotherapeutic scoliosis-specific exercises (PSSE). Olahraga seperti renang bertujuan membantu kebugaran dan kesehatan secara umum, sedangkan latihan khusus skoliosis dirancang untuk menangani aspek tertentu dari kelengkungan, postur, dan fungsi tubuh pada penderita skoliosis.

Jadi, selama sesuai dengan kondisi anak, renang dapat tetap menjadi bagian dari aktivitas fisiknya.

Apa Manfaat Renang untuk Anak dengan Skoliosis?

Renang merupakan salah satu bentuk pilihan olahraga yang dapat membantu anak tetap aktif. WHO memasukkan aktivitas seperti berenang sebagai bagian dari aktivitas fisik yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan.

Untuk anak dan remaja usia 5–17 tahun, WHO merekomendasikan rata-rata setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari sepanjang minggu. Sebagian besar aktivitas tersebut sebaiknya berupa aktivitas aerobik. Aktivitas yang memperkuat otot dan tulang juga dianjurkan setidaknya 3 hari dalam seminggu.

Mom/Dad dapat memasukkan kegiatan berenang sebagai salah satu pilihan aktivitas fisik yang menyenangkan untuk anak.

Beberapa manfaat aktivitas fisik bagi anak antara lain:

  • membantu meningkatkan kebugaran kardiorespirasi;
  • membantu melatih kebugaran otot;
  • mendukung kesehatan tulang;
  • membantu menjaga berat badan;
  • mendukung kesehatan mental dan fungsi kognitif.

WHO juga menjelaskan bahwa aktivitas fisik pada anak dan remaja berkaitan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk peningkatan kebugaran fisik, kesehatan tulang, serta kesehatan mental.

Jadi, jika si kecil memiliki skoliosis dan senang berenang, aktivitas ini tetap bisa menjadi salah satu cara untuk membuatnya aktif bergerak.

Baca Juga: Harus Renang Berapa Kali Seminggu untuk Meninggikan Badan Anak?

Apakah Renang Bisa Menyembuhkan Skoliosis?

Jika Mom/Dad pernah mendengar bahwa renang bisa menyembuhkan skoliosis, maka ini adalah pernyataan yang kurang tepat. Renang tidak terbukti secara khusus dapat menyembuhkan atau meluruskan skoliosis.

Meskipun renang merupakan olahraga yang baik untuk menjaga kesehatan tubuh, perannya berbeda dengan latihan khusus skoliosis.

Dalam pedoman SOSORT, olahraga umum tidak direkomendasikan sebagai terapi untuk skoliosis idiopatik. Namun, penderita skoliosis tetap dianjurkan untuk melakukan aktivitas olahraga karena manfaatnya terhadap kebugaran, fungsi tubuh, serta kesehatan mental.

Jika anak membutuhkan latihan untuk membantu menangani skoliosis, dokter atau fisioterapis dapat menentukan apakah anak memerlukan latihan khusus skoliosis dan jenis latihan apa yang sesuai.

Namun, si kecil tentu saja tetap boleh melakukan aktivitas renang, terlebih jika itu merupakan olahraga yang digemarinya.

Apakah Ada Gaya Renang yang Paling Baik untuk Skoliosis?

Mom/Dad mungkin juga bertanya-tanya, apa gaya renang untuk skoliosis yang paling bagus?

Sebenarnya, tidak ada satu gaya renang yang dapat disebut sebagai gaya terbaik untuk semua anak dengan skoliosis.

Setiap anak memiliki kondisi tulang belakang, kemampuan berenang, tingkat kebugaran tubuh, dan keluhan yang berbeda. Karena itu, gaya renang sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan dan kenyamanan si kecil.

1. Renang Gaya Bebas

Gaya bebas merupakan salah satu gaya renang yang umum dipelajari anak. Gerakannya melibatkan koordinasi antara tangan, kaki, pernapasan, dan rotasi tubuh. 

Jika dilakukan dengan teknik yang tepat dan tidak menimbulkan keluhan, ini bisa menjadi salah satu pilihan gaya renang yang bagus untuk anak.

Baca Lagi: Bagaimana Bentuk Gerakan Kaki pada Renang Gaya Bebas?

2. Renang Gaya Punggung

Pada gaya punggung, tubuh berada dalam posisi telentang di permukaan air. Gaya ini juga dapat menjadi salah satu pilihan untuk latihan renang anak. Namun, kenyamanan dan kemampuan si kecil tetap perlu menjadi pertimbangan.

3. Renang Gaya Dada

Gaya dada membutuhkan koordinasi gerakan tangan dan kaki secara bersamaan. Jika anak sudah mampu melakukan gaya ini dengan baik dan tidak mengalami keluhan, gaya dada dapat menjadi bagian dari latihan renangnya.

4. Renang Gaya Kupu-Kupu

Gaya kupu-kupu membutuhkan koordinasi dan tenaga yang lebih besar. Karena itu, gaya ini sebaiknya dipelajari secara bertahap sesuai kemampuan anak.

Jika si kecil memiliki kondisi skoliosis tertentu atau mengalami keluhan saat melakukan gerakan renang tertentu, Mom/Dad sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis terlebih dahulu.

Jadi, tidak perlu mencari satu gaya renang yang dianggap paling ampuh untuk skoliosis. Yang lebih penting adalah anak dapat berenang dengan teknik yang baik, nyaman, dan sesuai dengan kondisi tubuhnya.

Tips Renang untuk Anak dengan Skoliosis

Jika dokter atau fisioterapis sudah menyatakan bahwa si kecil dapat melakukan aktivitas renang, ada beberapa hal yang bisa Mom/Dad perhatikan.

1. Sesuaikan dengan Kemampuan Anak

Jangan langsung memberikan latihan dengan intensitas tinggi, terutama jika anak baru mulai belajar berenang.

Biarkan si kecil beradaptasi secara bertahap dengan lingkungan kolam dan gerakan renang.

2. Ajarkan Teknik Renang yang Benar

Teknik yang benar penting agar anak dapat melakukan gerakan secara terkoordinasi.

Selain membantu kemampuan berenang, penguasaan teknik juga membuat anak lebih nyaman saat berada di dalam air.

3. Jangan Memaksakan Gerakan yang Menimbulkan Nyeri

Jika si kecil merasa nyeri atau mengalami keluhan yang tidak biasa ketika berenang, jangan memaksanya untuk terus berlatih.

Perhatikan respons tubuh anak dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika keluhan terus muncul atau semakin berat.

4. Pastikan Anak Mendapat Pengawasan

Anak sebaiknya selalu mendapatkan pengawasan yang sesuai ketika berada di dalam atau sekitar kolam renang.

Selain kemampuan berenang, keselamatan di lingkungan kolam juga perlu menjadi prioritas.

5. Tetap Berikan Variasi Aktivitas Fisik

Renang tidak harus menjadi satu-satunya aktivitas fisik anak. WHO merekomendasikan anak dan remaja untuk aktif bergerak setiap hari dengan berbagai bentuk aktivitas fisik. Aktivitas tersebut dapat berupa bermain aktif, berjalan, bersepeda, olahraga, maupun aktivitas fisik lainnya.

Dengan begitu, si kecil bisa tetap aktif tanpa harus bergantung pada satu jenis olahraga saja.

Berapa Kali Seminggu Anak dengan Skoliosis Boleh Berenang?

Tidak ada angka frekuensi renang tertentu yang berlaku untuk semua anak dengan skoliosis.

WHO merekomendasikan anak dan remaja usia 5–17 tahun melakukan rata-rata setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari sepanjang minggu. Namun, patut diingat, bahwa angka tersebut merupakan total aktivitas fisik harian, jadi, bukan berarti anak harus berenang selama 60 menit setiap hari.

Mom/Dad juga harus menyesuaikan jadwal renang dengan usia, kemampuan, kondisi fisik, serta aktivitas anak lainnya.

Jika si kecil memiliki skoliosis yang membutuhkan penanganan khusus, frekuensi dan jenis olahraganya sebaiknya mengikuti rekomendasi dokter atau fisioterapis.

Kapan Anak dengan Skoliosis Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebaiknya Mom/Dad berkonsultasi dengan dokter atau fisioterapis jika si kecil:

  • Mengalami nyeri saat atau setelah berenang
  • Merasa kesemutan atau mati rasa
  • Mengalami kelemahan pada anggota tubuh
  • Memiliki skoliosis dengan kelengkungan yang cukup berat
  • Sedang menggunakan brace
  • Sedang menjalani terapi skoliosis
  • Mendapatkan pembatasan aktivitas dari dokter
  • Ingin mulai melakukan latihan renang dengan intensitas tinggi

Konsultasi juga dapat membantu Mom/Dad mengetahui aktivitas apa yang sesuai dengan kondisi si kecil.

Jadi, Apakah Renang untuk Skoliosis Aman untuk Anak?

Renang untuk skoliosis pada umumnya dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik anak, selama disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan anak.

Renang dapat membantu anak tetap aktif dan menjaga tubuhnya tetap sehat. Namun, renang bukan terapi yang terbukti dapat meluruskan atau menyembuhkan skoliosis. Untuk menangani skoliosis secara khusus, anak mungkin membutuhkan latihan dan terapi yang dirancang sesuai kondisi tubuhnya berdasarkan penilaian tenaga kesehatan.

Jadi, Mom/Dad tidak perlu langsung khawatir ketika si kecil memiliki skoliosis dan ingin berenang. Yang penting, pastikan aktivitasnya sesuai, teknik renangnya benar, dan anak tetap mendapatkan pengawasan yang baik.

Jika Mom/Dad ingin membantu si kecil mengembangkan kemampuan berenang dengan teknik yang tepat, les renang anak di Sparks Swim bisa menjadi salah satu pilihan.

Dengan belajar berenang secara terarah, si kecil dapat mengenal teknik renang dengan lebih baik sekaligus menikmati aktivitas di dalam air.

Yuk, ajak si kecil belajar berenang bersama Sparks Swim dan buat pengalaman renangnya menjadi lebih menyenangkan!

Apakah anak dengan skoliosis boleh berenang?

Boleh, pada banyak kasus anak dengan skoliosis tetap dapat melakukan aktivitas renang. Namun, aktivitas perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak, terutama jika terdapat nyeri, kelengkungan yang berat, atau sedang menjalani perawatan.

Apakah renang bisa meluruskan skoliosis?

Belum ada dasar yang cukup untuk menyatakan bahwa renang dapat meluruskan atau menyembuhkan skoliosis. Renang lebih tepat dipandang sebagai aktivitas olahraga untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, bukan sebagai terapi khusus skoliosis.

Gaya renang apa yang cocok untuk skoliosis?

Tidak ada satu gaya renang yang terbukti paling cocok untuk anak dengan skoliosis. Pemilihan gaya sebaiknya mempertimbangkan kemampuan, kenyamanan, kondisi fisik, dan rekomendasi tenaga kesehatan jika anak memiliki kondisi khusus.

Berapa kali seminggu anak dengan skoliosis boleh berenang?

Tidak ada frekuensi renang khusus yang berlaku untuk semua anak dengan skoliosis. Sebagai pedoman umum, WHO merekomendasikan anak dan remaja usia 5–17 tahun melakukan rata-rata setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari. Renang dapat menjadi salah satu bagian dari aktivitas tersebut.

Apakah anak dengan skoliosis boleh ikut les renang?

Pada banyak kasus, anak dengan skoliosis tetap dapat mengikuti les renang anak, selama aktivitas tersebut sesuai dengan kondisinya. Jika anak memiliki keluhan atau sedang menjalani perawatan skoliosis, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis.

Bagikan artikel ini lewat:

© 2025 | Sparks Swim - Part of Sparks Sports Academy - PT Pendidikan Anak Bangsa

KUOTA PROMO SUDAH DIAMBIL 91%