Mom/Dad sedang berencana memasukkan si kecil ke les renang? Selain memilih kolam dan instruktur yang tepat, mungkin Mom/Dad juga sering bertanya-tanya, renang paling bagus jam berapa, ya untuk anak?
Ada yang bilang pagi hari lebih baik karena udara masih sejuk. Akan tetapi, ada juga orang tua yang memilih sore karena anak sudah pulang sekolah. Lalu, bagaimana dengan berenang di malam hari?
Mom/Dad sebenarnya, tidak ada waktu tertentu yang bisa disebut sebagai waktu terbaik untuk anak berenang. Waktu berenang yang ideal bisa berbeda, tergantung usia, rutinitas harian, kondisi cuaca, lokasi kolam, hingga kebiasaan tidur si kecil.
Jadi, daripada terlalu fokus mencari waktu terbaik untuk berenang, lebih baik Mom/Dad mempertimbangkan waktu berenang anak ketika ia dalam kondisi cukup fit, nyaman, dan bisa mengikuti latihan dengan baik.
Untuk bisa memaksimalkan aktivitas renang si kecil, yuk, kita bahas bersama-sama waktu terbaik untuk berenang pada anak.
Renang Paling Bagus Jam Berapa?
Secara umum, renang pagi atau sore sama-sama bisa menjadi pilihan yang baik untuk anak. Tidak ada bukti yang cukup untuk mengatakan ada jam renang tertentu yang bisa memberikan manfaat lebih besar untuk anak.
Yang justru lebih penting untuk Mom/Dad perhatikan adalah memastikan aktivitas fisik dilakukan secara rutin, dan sesuai dengan usia serta kemampuan anak.
WHO merekomendasikan anak dan remaja usia 5–17 tahun melakukan rata-rata setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari sepanjang minggu. Aktivitas tersebut dapat berupa berbagai kegiatan, termasuk olahraga atau sekadar bermain yang melibatkan gerakan fisik.
Artinya, Mom/Dad bisa memasukkan renang sebagai salah satu bagian dari aktivitas fisik harian si kecil. Namun, manfaatnya tidak bergantung pada jam renang yang baik untuk anak, jadi mau dilakukan jam berapapun, renang tetap bisa memberikan manfaat untuk anak.
Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa Mom/Dad pertimbangkan jika ingin mengatur jadwal renang si kecil, seperti:
- Anak lebih berenergi di pagi atau sore hari?
- Apakah jadwal renang bertabrakan dengan sekolah atau aktivitas lain?
- Apakah kolam berada di dalam atau luar ruangan?
- Apakah jadwal tersebut terlalu dekat dengan waktu makan atau tidur?
- Apakah anak merasa nyaman dan menikmati waktu berenangnya?
Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut, Mom/Dad bisa menemukan waktu renang yang paling realistis untuk si kecil.
Baca juga: Pemanasan Sebelum Renang: Manfaat, Contoh Gerakan, dan Tips Melakukannya
Renang Pagi vs Sore, Mana yang Lebih Baik untuk Anak?
1. Renang Pagi
Berenang pagi bisa menjadi pilihan menarik, terutama jika kolam yang digunakan berada di luar ruangan.
Pada pagi hari, kondisi udara dan cuaca biasanya lebih nyaman dibandingkan saat siang hari di mana matahari sedang terik-teriknya. Selain itu, beberapa anak memang lebih segar dan bersemangat melakukan aktivitas fisik pada pagi hari.
Renang pagi juga bisa menjadi pilihan bagi anak yang jadwal sorenya sudah cukup padat dengan sekolah, les, atau aktivitas lainnya.
Namun, pastikan si kecil sudah cukup beristirahat dan tidak melewatkan waktu sarapannya. Anak yang masih mengantuk atau belum mendapatkan asupan yang cukup tentu akan lebih sulit menikmati kegiatan renangnya.
2. Renang Sore
Sore hari juga bisa menjadi pilihan waktu yang lebih praktis untuk kegiatan renang anak.
Setelah pulang sekolah dan beristirahat sejenak, anak bisa mengikuti les renang sebelum melanjutkan aktivitas lainnya. Jadwal seperti ini juga biasanya lebih mudah diterapkan bagi orang tua yang bekerja pada pagi hingga sore hari.
Untuk kolam outdoor, Mom/Dad tetap perlu memperhatikan kondisi cuaca dan lingkungan kolam pada hari tersebut.
Kalau sesi renangnya cukup intens, perhatikan juga jaraknya dengan waktu tidur. Penelitian mengenai waktu olahraga dan tidur menunjukkan bahwa efek olahraga sore atau malam terhadap tidur tidak selalu sama pada setiap orang. Namun, aktivitas dengan intensitas tinggi yang dilakukan sangat dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu beberapa aspek tidur pada sebagian orang.
Jadi, kalau si kecil biasanya tidur sekitar pukul 20.00, maka les renang yang selesai sangat dekat dengan jam tersebut mungkin kurang ideal, terutama jika latihannya cukup melelahkan.
Apa yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Jam Renang Anak?
Daripada terus-menerus memusingkan renang paling bagus jam berapa untuk anak, Mom/Dad bisa menggunakan beberapa pertimbangan berikut.
1. Perhatikan Usia dan Kondisi Anak
Anak usia prasekolah tentu memiliki kebutuhan yang berbeda dengan anak usia sekolah.
Kemampuan mengikuti instruksi, stamina, waktu tidur, hingga kenyamanan berada di dalam air bisa berbeda-beda. Karena itu, jadwal les renang sebaiknya disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.
American Academy of Pediatrics (AAP) juga menekankan bahwa kesiapan anak untuk mengikuti les renang dapat berbeda berdasarkan perkembangan fisik, emosional, dan kemampuan masing-masing anak.
2. Sesuaikan dengan Jadwal Sekolah
Jadwal yang terlalu padat justru bisa membuat anak kelelahan. Misalnya, jika anak baru pulang sekolah pukul 16.00 dan langsung mengikuti les renang tanpa waktu istirahat, ia mungkin tidak dapat mengikuti kelas dengan optimal.
Sebaliknya, jika kelas pagi membuat anak harus bangun jauh lebih awal dari biasanya, pastikan waktu tidurnya tetap cukup.
3. Jangan Terlalu Dekat dengan Waktu Makan
Sebaiknya jangan menjadwalkan latihan tepat setelah anak makan dalam porsi besar. Berikan waktu agar anak merasa lebih nyaman sebelum mulai berenang.
Untuk kebutuhan makan dan jedanya, Mom/Dad dapat menyesuaikan dengan porsi makanan, kebiasaan anak, dan aturan dari tempat les renang.
Yang penting, jangan sampai anak masuk kolam dalam kondisi terlalu lapar ataupun terlalu kenyang.
4. Pertimbangkan Lokasi Kolam
Apakah kolam yang digunakan indoor atau outdoor?
Kalau anak berenang di kolam outdoor, kondisi cuaca dan paparan matahari patut menjadi pertimbangan tambahan. Sementara itu, kolam indoor biasanya memberikan pilihan waktu yang lebih fleksibel karena tidak terlalu bergantung pada kondisi cuaca di luar.
Namun, bukan berarti kolam indoor otomatis lebih aman dalam semua situasi. Kualitas fasilitas, kebersihan air, pengawasan, dan penerapan keselamatan di kolam tetap perlu diperhatikan.
Baca lagi: Renang Indoor, Apakah Lebih Aman dan Menyenangkan untuk Si Kecil?
5. Perhatikan Tingkat Intensitas Latihan
Les renang untuk anak yang baru belajar tentu berbeda dengan latihan anak yang sudah memiliki kemampuan berenang lebih baik.
Semakin berat latihan yang dilakukan, semakin penting memperhatikan kondisi anak setelah latihan, termasuk waktu istirahat dan waktu tidur.
Karena itu, jangan hanya melihat jam mulai kelas. Mom/Dad juga harus memperhatikan berapa lama sesi berlangsung dan seberapa berat latihan yang diberikan pada anak.
6. Pilih Jadwal yang Bisa Konsisten
Ini mungkin justru salah satu hal yang paling penting. Tidak ada gunanya memilih “jam terbaik” jika jadwal tersebut sulit dipertahankan setiap minggu.
Kelas pukul 08.00 mungkin terlihat ideal, tetapi Mom/Dad dan si kecil hampir selalu memiliki banyak agenda lain di pagi hari. Jika kondisinya seperti ini, kelas pukul 16.00 yang bisa diikuti secara rutin mungkin lebih baik untuk dipilih.
Untuk anak, membangun rutinitas aktivitas fisik yang menyenangkan juga penting. CDC merekomendasikan agar aktivitas fisik anak dibuat menyenangkan, sesuai usia, dan bervariasi. Berenang termasuk salah satu aktivitas yang dapat dipilih.
Apakah Berenang Malam Hari Boleh untuk Anak?
Boleh saja, selama kondisi anak dan jadwalnya memungkinkan. Akan tetapi, Mom/Dad perlu memperhatikan waktu renang yang sebaiknya tidak terlalu dekat dengan waktu tidur, terutama jika latihan renang dilakukan cukup intens dan membuat anak menjadi lebih berenergi setelahnya.
Penelitian terbaru yang membandingkan olahraga pagi dan malam juga menemukan bahwa tidak ada keunggulan umum olahraga pagi terhadap sebagian besar aspek tidur. Namun, efek waktu olahraga dapat dipengaruhi oleh intensitas latihan, jarak dengan waktu tidur, dan karakteristik individu.
Jadi, kalau anak mengikuti les renang pukul 18.00 dan tetap bisa makan, melakukan rutinitas malam, lalu tidur dengan nyaman seperti biasa, jadwal tersebut bisa saja cocok untuknya.
Sebaliknya, kalau setelah berenang anak menjadi terlalu aktif dan sulit tidur, Mom/Dad bisa mempertimbangkan untuk memindahkan jadwal latihan ke waktu yang lebih awal.
Apakah Jam Renang Memengaruhi Manfaat Berenang?
Salah satu hal yang perlu diluruskan adalah anggapan bahwa berenang pada jam tertentu bisa memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar.
Saat ini, pedoman aktivitas fisik anak lebih menekankan jumlah, intensitas, variasi, dan keteraturan aktivitas fisik, bukan waktu terbaik untuk berenang atau melakukan aktivitas fisik lainnya.
Jadi, Mom/Dad tidak perlu terlalu khawatir apakah si kecil berenang pagi atau sore. Yang lebih penting adalah memastikan ia mendapatkan kesempatan untuk aktif bergerak secara rutin dengan aktivitas yang sesuai dengan usia dan kemampuannya.
Tips Memilih Jadwal Les Renang Anak
Kalau Mom/Dad masih bingung menentukan jadwal, coba gunakan checklist sederhana ini:
Pilih waktu ketika:
- Anak sudah cukup tidur dan tidak terlalu mengantuk.
- Anak tidak baru saja makan dalam porsi besar.
- Anak masih memiliki energi untuk mengikuti instruksi.
- Jadwal tidak mengganggu sekolah atau aktivitas penting lainnya.
- Jarak antara latihan dan waktu tidur masih cukup nyaman.
- Kondisi cuaca mendukung jika menggunakan kolam outdoor.
- Jadwal tersebut bisa diikuti secara konsisten setiap minggu.
Selain jadwal, jangan lupa memperhatikan kualitas program les renang. Les renang sebaiknya tidak hanya mengajarkan teknik berenang, tetapi juga membantu anak mengenal keselamatan di air.
WHO secara khusus merekomendasikan penyediaan basic swimming skills dan water safety training sebagai salah satu intervensi untuk membantu mencegah tenggelam pada anak usia 6 tahun ke atas.
AAP juga menekankan bahwa kemampuan berenang bukan berarti anak menjadi “anti-tenggelam”. Pengawasan orang dewasa tetap diperlukan ketika anak berada di dalam atau sekitar air.
Jadi, kemampuan berenang dan water safety sebaiknya berjalan beriringan.
Jadi, Kapan Waktu Terbaik untuk Les Renang Anak?
Kalau Mom/Dad masih penasaran, renang paling bagus jam berapa untuk anak, maka jawabannya adalah tidak ada waktu terbaik untuk berenang.
Renang pagi bisa menjadi pilihan jika anak lebih segar di pagi hari dan jadwal tersebut tidak mengganggu waktu tidur maupun sekolah. Sementara renang sore juga bisa menjadi pilihan yang praktis, terutama untuk anak yang mengikuti les setelah sekolah.
Sementara itu, renang malam tetap dapat dilakukan selama jadwalnya tidak mengganggu waktu tidur dan anak dapat mengikuti latihan dengan nyaman.
Jadi, daripada mengejar jam tertentu, pilihlah waktu yang membuat si kecil siap secara fisik, nyaman secara emosional, dan bisa mengikuti latihan secara konsisten.
Yang tidak kalah penting, pastikan les renang yang diikuti anak mengajarkan teknik yang sesuai dengan usia dan kemampuannya, serta memperhatikan water safety. Les renang anak di Sparks Swim bisa memastikan si kecil mendapat program latihan dengan kualitas terbaik.
Dari mulai teknik renang, kualitas kolam, hingga water safety, Sparks Swim memastikan si kecil selalu mendapat yang terbaik. Ini membantunya untuk bisa lebih percaya diri saat beraktivitas di dalam air dan membangun kemampuan berenang sejak dini.
Yuk Mom/Dad, jangan ragu daftarkan anak les renang di Sparks Swim!
Renang paling bagus jam berapa?
Tidak ada waktu renang khusus yang terbukti paling baik untuk anak. Renang pagi maupun sore dapat menjadi pilihan selama anak dalam kondisi fit, nyaman, dan jadwalnya sesuai dengan rutinitas harian.
Lebih baik anak berenang pagi atau sore?
Keduanya bisa menjadi pilihan Mom/Dad. Yang terpenting, pertimbangkan kondisi anak, jadwal sekolah, waktu makan, waktu tidur, serta kondisi kolam. Untuk kolam outdoor, kondisi cuaca juga perlu diperhatikan.
Apakah anak boleh berenang malam hari?
Boleh, selama jadwalnya tidak mengganggu waktu tidur dan anak dapat mengikuti latihan dengan nyaman. Jika latihan cukup intens, sebaiknya beri jarak yang cukup antara sesi renang dan waktu tidur.
Apakah les renang penting untuk anak?
Les renang dapat membantu anak mempelajari keterampilan berenang dan water safety secara lebih terarah. AAP menyebut les renang sebagai salah satu lapisan perlindungan terhadap risiko tenggelam, tetapi pengawasan orang dewasa tetap diperlukan meski kemampuan renang anak sudah baik.
Apakah anak harus berenang selama 60 menit setiap hari?
Tidak. Rekomendasi WHO untuk anak dan remaja usia 5–17 tahun adalah rata-rata setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat per hari sepanjang minggu. Renang hanya merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang bisa menjadi bagian dari rekomendasi harian tersebut.








